BEI merombak komposisi indeks LQ45 dengan mendepak sejumlah emiten berkapitalisasi besar. Beberapa analis menilai, perubahan ini berdampak pada arus dana jangka pendek dan memicu volatilitas pasar.
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) mayoritas ditutup naik pada perdagangan Senin (27/4) di tengah buntunya perundingan damai AS dan Iran.
Emiten perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan transaksi crossing sebesar Rp 423,74 miliar di harga Rp 7.864 pada Senin (27/4). Bagaimana prospek saham BBCA?
Wall Street ditutup bervariasi dengan kenaikan terjadi pada indeks S&P 500 dan Nasdaq, serta penurunan pada indeks Dow Jones seiring negosiasi damai antara AS dan Iran yang masih mandek.
Analis merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) hingga PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) di tengah proyeksi kenaikan IHSG hari ini.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), merevisi target penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan hingga 25 miliar saham baru.
IHSG anjlok 3,06% atau 225,75 poin ke 7.152 pada perdagangan sesi pertama, Jumat (24/4). Indeks telah merosot 17,28% selama tahun berjalan atau year to date (ytd).
Wall Street ditutup turun pada Kamis (24/4) dengan S&P 500 turun 0,41%, terdorong tekanan saham teknologi dan kekhawatiran atas konflik AS-Iran yang mendongkrak harga minyak.
IHSG diproyeksikan melanjutkan koreksi dengan target support baru, sementara analis merekomendasikan saham AMRT, BBCA, dan BBTN untuk diperhatikan investor.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG merosot 2,16% atau 163,01 poin ke 7.378 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (23/4). Saham-saham dekapan Grup Bakrie turut ambruk hari ini.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG merosot 1,27% atau 95,65 poin ke Rp 7.445 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (21/4). Selama tahun berjalan atau year to date (ytd), IHSG telah melorot 13,89%.