Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai salah satu kontributor utama ekspor nasional. Hingga 2025, Jawa Timur tercatat menyumbang US$ 3,69 miliar, atau sekitar 8,33% terhadap total ekspor Indonesia.
Kadin menilai kombinasi pelemahan permintaan (demand shock) dan tekanan biaya produksi (cost pressure) membuat laju ekspansi industri melambat signifikan dan mendekati batas stagnasi di level 50.
Surplus neraca perdagangan anjlok dibandingkan Februari 2025 yang mencapai US$ 3,12 miliar seiring kinerja impor yang melesat 10,85% secara tahunan saat ekspor hanya naik 1,01%.
Pemerintah Rusia akan melarang ekspor bensin mulai April 2026 demi jamin pasokan domestik, menanggapi gejolak harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
Iran masih mengirimkan minyak melalui selat tersebut dalam volume yang hampir sama seperti sebelum perang, menghasilkan uang tunai yang sangat dibutuhkan untuk menopang ekonomi dan upaya perangnya.
Indonesia mematangkan rencana ekspor listrik bersih ke Singapura untuk menarik investasi industri teknologi tinggi dan membangun pusat industri di Batam, Bintan, dan Karimun.
Exotique Foods, yang didirikan pada 2023 oleh diaspora Indonesia, memasarkan produk bernilai tambah seperti camilan berbahan dasar tempe, olahan buah tropis, keripik sehat, serta permen jahe.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kesepakatan perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS), termasuk soal tarif Trump, tidak berdampak pada neraca dagang RI.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembebasan tarif ini dapat meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional, khususnya dari sisi harga.