Kinerja keuangan emiten Badan Usaha Milik Negara bidang infrastruktur atau BUMN Karya kian mengkhawatirkan. Usai laporan keuangan 2025 diterbitkan masing-masing emiten.
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi pipeline atau mandat emisi surat utang korporasi mencapai Rp 66,28 triliun hingga kuartal pertama 2026.
Danantara tegaskan komitmen menjadikan teknologi seperti AI sebagai pilar utama transformasi BUMN untuk memperkuat daya saing dan dampak sosial-ekonomi.
Bayang-bayang tekanan di sektor konstruksi pelat merah semakin nyata. Setelah lama berperan sebagai penggerak pembangunan infrastruktur, emiten BUMN Karya kini merugi.
Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) akan melakukan merger dua perusahaan gula yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Pemerintah tengah mengkaji pembentukan sebuah BUMN di sektor tekstil sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan industri padat karya sekaligus memperkuat daya saing dalam negeri.
Kinerja emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi sepanjang 2025 bukan sekadar melemah, tetapi memasuki fase koreksi. Lonjakan rugi yang terjadi di hampir seluruh entitas menjadi pering
Dua emiten BUMN Karya, yaitu PT PP dan WIKA, mencatatkan peningkatan rugi bersih yang sangat signifikan, hingga lebih dari 300%, dalam laporan keuangan tahun 2025.
Rapor kinerja keuangan emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya masih merah pada 2025. Di antara perusahaan BUMN Karya yang telah melaporkan kinerja keuangannya ada WSKT, dan WEGE.
Kinerja emiten konstruksi BUMN, PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan PT PP Properti Tbk (PPRO), babak belur sepanjang 2025. Kedua perusahaan ini mencatatkan total kerugian jumbo hingga sekitar Rp 6 triliun.
Sebanyak 116.688 peserta Program Mudik Gratis BUMN 2026 diberangkatkan melalui tiga moda transportasi yakni bus, kereta api dan kapal laut dengan rute tujuan lebih dari 200 kabupaten dan kota.
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan target ambisius kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Prabowo menargetkan Danantara bisa menyetor Rp 800 T ke kas negara.